Kali ini saya ingin membahas tentang nama Tuhan. Allah dengan namaNya. Ini sangat penting untuk kita ketahui. Gereja-gereja di akhir masa ini, banyak yang bisa saya katakan kehilangan identitas. Saya melihat banyak yang hilang dikalangan hamba-hamba Tuhan masa kini, yaitu dikalangan intelektualis sarjana teologia sendiri. Dan saya perhatikan, didalam pengertian dan pengenalannya akan Tuhan, mereka itu sepertinya tidak mendapat nilai tambah. Dan justru banyak diantara mereka yang saya nilai terperosok, sebab mereka yang senang akan gelar kesarjanaan itu, pengenalannya akan Tuhan merosot.
Sewaktu saya berada diluar negeri, ada promotor yang ingin mempromosikan saya untuk mendapat gelar Doktor Honoris Causa kepada saya, karena melihat lamanya saya mengabdikan diri untuk Tuhan. Saya langsung menolak gelar itu, karena saya merasa tidak perlu mendapatkan gelar semacam itu. Saya perhatikan, mereka yang makin terpelajar itu tidak makin tinggi nilai rohaninya. Orang boleh saja pinter, tetapi belum tentu rohaninya baik. Kepinteran dan kerohanian itu tidak sama. Kerohanian itu sepertinya mempunyai proporsi tersendiri dari kehidupan orang-orang Kristen.
Saya mempunyai anak yang tinggal di Toronto, Canada. Kebetulan rumah tinggal mereka berada didalam perkampungan perumahan orang-orang Yahudi. Kebanyakan dari orang-orang Yahudi, terutama imam-imam, kalau mau pergi ke synagogue, tidak langsung pergi ke synagogue. Tidak langsung membawa mobilnya parkir didekat synagogue. Banyak diantara mereka itu yang mobilnya diparkir jauh. Banyak juga yang diparkir dirumah sahabat-sahabatnya. Sebab orang Yahudi suka bersifat menyendiri. Mereka berbaris, yang tua biasanya berjalan didepan, dengan menyanyi kecil, ke synagogue. Kebanyakan mereka itu bernyanyi Mazmur 84, nyanyian ziarah. Sambil berjalan, mereka bernyanyi.
Orang Yahudi ini belum mengenal Yesus dengan baik dan tidak mengakui Yesus sebagai Juruslamat. Kalau nanti mata hati mereka dibuka oleh Roh Allah, sekali mereka mengenal Yesus, mereka langsung akan mengenal dengan sempurna. Tidak seperti kita. Kita mengenal Yesus dengan bermacam-macam proses. Seperti yang saya perumpamakan kalau orang Yahudi itu adalah perhiasan yang sudah jadi, tetapi terjatuh kedalam lumpur. Sekali cuci, akan langsung berkemilau lagi. Kita ini, yang berasal dari orang kafir, masih memerlukan proses panjang untuk siap dipakai. Digali dulu dari dalam lumpur, disemprot, dipisahkan dengan mineral mineral lain, kemudian dilebur dan ditempa, dihaluskan baru bisa dipakai. Tetapi orang Yahudi tidak. Begitu mereka ditemukan dari dalam lumpur, sekali cuci mereka sudah siap dipakai.
KURANGNYA PENGENALAN AKAN TUHAN YESUS
Hamba-hamba Tuhan di gereja kita ini, sebenarnya juga belum mengenal Yesus dengan baik. Pengarang-pengarang nyanyian baru yang sangat bagus liriknya, belum mengenal Tuhan Yesus dengan baik. Sebab kalau ia mengenal Tuhan Yesus dengan baik, maka lagu-lagunya itu pasti akan menjunjung tinggi nama Tuhan Yesus Kristus.
Mereka banyak menulis lagu-lagu dengan baik, kitab-kitab Mazmur, kembali kepada Perjanjian Lama. Dan banyak menuliskan nama tentang Allah, tentang Tuhan. Para cendikiawan, setelah mereka mendapatkan gelar kesarjanaannya, juga nama Yesus kurang diberitakan. Saya pernah menegur mereka, bagaimana mungkin selama satu jam berkotbah, mereka itu cuma menyebut nama Tuhan, nama Allah, tidak pernah menyebut nama Tuhan Yesus. Selama satu jam berkotbah, mereka itu cuma bicarakan nama Tuhan, nama Allah, nama Yehovah dan lain lain, tanpa satu katapun menyebut nama Tuhan Yesus Kristus. Yesusnya ketinggalan. Itulah mereka para cendikiawan gereja kita.
Yang sangat menonjol, sedikit-sedikit mereka akan menyebutkan, bahasa Gerikanya begini, bahasa Ibraninya begini. Apakah mereka sudah mengerti benar akan kedua bahasa asing itu. Padahal bahasa Inggris yang sudah diajarkan sejak dibangku TK pun belum mereka kuasai dengan baik. Saya jadi kagum atas mereka itu, tetapi dengan kekaguman yang berbeda. Karena saya tahu persis untuk mempelajari suatu bahasa sehingga bisa mendapatkan dan mengerti akan konteksnya yang indah itu membutuhkan waktu yang sangat lama!
Ini tidak mempunyai dampak rohani apa-apa, tidak menunjukkan pengaruh urapan apa-apa, hanya sekedar akan mempertunjukkan dirinya seorang cendikia saja. Ini saja sudah menunjukkan nilai kerohanian yang merosot. Apa yang rasul Paulus ungkapkan, bahwa sekalipun aku mahir berkata kata didalam seribu bahasa, tetapi aku ingin mempergunakan satu saja bahasa yang sederhana, yang mudah dimengerti oleh banyak orang. Satu bahasa yang sederhana tetapi mempunyai urapan Roh Allah.
Nilai perkataan Yesusnya tidak pernah terungkap. Nah, untuk itulah saya ingin menjelaskan tentang nama Yesus. Kita ini kalau baru saja mengenal Tuhan Yesus belum berarti kita ini sudah mendapat pengenalan dengan baik. Didalam surat Efesus (surat Efesus ini saya sebut sebagai suratan finishing, dimana keindahan rumah itu sangat tergantung dari finishingnya) yaitu Efesus 1, jemaat Efesus itu cukup menjadi kebanggaan rasul Paulus, terutama mengenai iman percaya mereka. Dan cinta mereka terhadap hamba-hamba Tuhan, terhadap orang-orang kudus. Iman dan cinta mereka itu menjadi kebanggaan rasul Paul. Gereja itu berjalan didalam percaya harap dan cinta.
Kalau itu menjadi kebanggaan, maka rasul Paulus ingin berdoa lagi agar Allah mau memberikan hikmat rohaniah, sehingga engkau mendapat visi, wahyu dan mata hatimu dibuka sehingga mata hatimu mendapat pengenalan akan Yesus dengan baik dan benar. Dari pengenalan baik dan benar, maka kita akan tahu apa pahala yang terkandung didalam panggilan itu. Sebagai pengharapan kita, apakah yang terkandung didalam kehidupan percaya itu. Jadi kebanggaan itu tadi masih perlu disertai dengan pengenalan akan Tuhan Yesus dengan baik dan benar.
KITA ADALAH ANAK ADOPSI ALLAH
Saudara, kalau kita ini disebut anak-anak Allah; katakan saja kalau kita ini diadopsi oleh Allah didalam Tuhan Yesus Kristus. Diadopsi oleh penebusan darah Yesus itu sehingga kita ini menjadi anak anak Allah. Adopsi itu berarti bukan sekedar mengambil anak saja, tetapi mendidik, merawat, membesarkan dan sebagainya, seperti yang kita lakukan terhadap anak kita sendiri. Adopsi artinya mengambil anak dan disahkan secara hukum, maka anak-anak ini mendapat hak waris yang sama dengan anak kandung kita sendiri. Kita ini mempunyai hak waris sama seperti hak waris yang diberikan kepada orang-orang Yahudi. Hak karena adopsi.
Anak yang diadopsi itu, ketika masih kecil tidak akan memikirkan siapakah ayahnya (yang mengadopsinya) itu. Siapa ibunya itu. Ia tidak akan memusingkan hal itu. Anak kecil itu memang tak usah tahu, sebab diberi tahupun ia tidak akan mengerti. Tetapi kalau ia sudah dewasa, barulah ia harus mengerti, siapa orang tua adopsi ini. Ia harus mendapatkan suatu pengenalan kepada orang tua yang mengadopsi dia itu. Kebanyakan anak-anak adopsi itu tentunya berasal dari keluarga kurang mampu, atau anak-anak yang tidak diharapkan oleh orang tua kandungnya. Kalau anak-anak ini mengerti tentunya mereka akan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada orang tua angkatnya itu. Betapa tidak. Sekarang, setelah mereka itu diadopsi, mereka mendapat hak yang sama dengan saudara kandungnya. Kalau kita sebagai orang-orang Kristen mau sadar, tentu kita lebih mengerti siapa yang mengadopsi kita. Siapakah Allah itu.
ALLAH ITU BUKANLAH NAMA
Sekarang saya mau bicara tentang Allah. Kata Allah itu diambil dari bahasa Arab, Al-lah, Ul-lah. Allah itu bukan nama. Tuhan itu bukan nama. Itu suatu sebutan untuk oknum yang sangat tinggi. Allah itu terdiri dari dua kata, Al dan Lah. Artinya Ia itu adalah Illah diatas semua illah. Didunia ini banyak illah-illah. Allah itu yang berada diatas semua illah-illah.
Orang Tiongkok kuna, menyebutkan raja surga itu ada diatasnya para dewa. Dewa-dewa itu menyembah kepada raja surga itu. Itu bisa disebut dewa yang diatas segala dewa. Allahnya dari segala illah. Kalau memang ada illah. Kalau memang ada dewa. Diatas semuanya itu disebut Allah. Orang Belanda menyebut Tuhan dengan kata HEER. Dengan huruf besar. Kalau menyebutkan tuan, orang Belanda akan menyebut heer. Dengan huruf kecil semua. Jadi sebutan untuk Tuhan, itu berada diatasnya sebutan untuk tuan-tuan. Kalau kepada majikan, kita akan memanggil beliau dengan kata tuan. Maka Tuhan itu berarti Majikan diatas para majikan kita. Raja diatas segala raja. Itulah arti kata Tuhan.
Bangsawan Inggris itu disebut sebagai lord. Bangsawan Inggris ini tidak sama derajatnya dengan orang kebanyakan, tidak sama dengan rakyat biasa. Tetapi kalau orang Inggris ingin menyebut Tuhan, mereka akan menyebutkan sebagai LORD, yang berarti tuan yang tingkatannya diatas para bangsawan. Tuhan itu bukan nama. Itu adalah sebuah sebutan. Itu sebutan kehormatan.
Yehovah, itu artinya Tuhan. Tuhan disalin didalam bahasa Ibrani, sebagai Yehovah. Kalau saudara menyebut Allah itu Tuhan, maka saudara sudah menyebut Allah itu Yehovah. Orang Yahudi menyebutnya sebagai Yahweh, atau YHWH. Yahweh sama dengan Yehovah yang artinya adalah Tuhan. Tidak ada sosok sebutan yang lain untuk mengagungkan Allah itu kecuali dengan menyebutNya sebagai Yehovah. Atau YHWH. Jadi semuanya itu bukanlah nama.
Tetapi kebanyakan para cendikia pantekosta itu akan merasa lebih bagus untuk menggunakan istilah Yehovah ini, Yehovah itu, El ini, El itu dan lain sebagainya. Kebagusan sebuah istilah, tanpa dimengerti arti makna nama Allah itu sebenarnya. Nama yang diatas langit, di bumi dan dibawah bumi ini tunduk kepada Nama Itu! Siapakah nama itu?
Keluaran 20 : ada sepuluh hukum. Tiga hukum ini untuk Tuhan.
01.Jangan ada illah lain. Jangan punya suhu, jangan punya dewa, jangan punya dukun. Jangan cari pelaris, jangan pergi gunung kawi keramatmu. Itu yang disebut pertama kali.
02.Jangan membentuk patung. Jangan mewujudkan Tuhan didalam satu bentuk patung.
03.Jangan menyebut nama Allah dengan sia sia. Tidak boleh sembarangan menyebut nama Allah. Tidak sembarangan menyebut nama Tuhan, tidak sembarangan menyebut nama Yehovah. Kalau menyebutkan nama Allah, didalam kondisi tertentu, didalam peribadatan tertentu. Pada puji pujian tertentu. Jadi menyebut nama itu dengan hormat.
Itu yang tertulis didalam Perjanjian Lama. Anak yang masih kecil akan menyebutkan nama Ayahnya seenaknya saja. Tetapi kalau anak itu sudah besar, ia tidak akan sembarangan menyebut nama orang tuanya. Apalagi nama Tuhan. Ia akan menyebutnya dengan baik.
Orang Tionghoa, mengenal istilah Tsu. Tsu ini berarti diatas raja. Orang Mandarin menyebut Tsu Yesu Citu. Tuhan Yesus Kristus. Kata-kata Tsu ini tidak hanya ditujukan kepada Tuhan, didalam bahasa Mandarin ini. Juga kepada manusia yang mempunyai kedudukan tinggi. Disebut juga dengan tsu. Orang Kraton, kalau menyebut rajanya itu dengan istilah gusti. Kalau kepada Allah, mereka akan menyebut Gusti Allah. Istilahnya sama. Tetapi cara menyebutkannya yang lain.
Semua itu adalah ungkapan bahasa. Karena sampai pada waktu tertentu, nama Allah itu adalah Ajaib dan tersembunyi. Tidak layak orang tahu akan nama-Nya. Nama Allah masih samar pada waktu itu. Itulah maka disebut, nama Allah itu ada diatas segala illah, diatas segala tuan, diatas segala dewa, diatas segala raja. Dan nama itu adalah Ajaib. Itupun disebutkan agar sebutan kepada Allah itu tidak dilakukan secara serampangan. Nama itu tersembunyi.
Dalam Keluaran 3:13-14 Nabi Musa diperintah Allah untuk menjadi pelepas bangsa Israel. Dan untuk menjadi pelepas bangsa Israel, Musa harus mendapatkan dahulu yang akan dilepaskan, yaitu tua-tua orang Israel.
Ayat 13 dan 14:
Lalu Musa berkata kepada Allah:”Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang namaNya ?.---apakah yang harus kujawab kepada mereka ?” Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firmanNya : ”Beginilah kaukatakan kepada orang Israel ini. AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”
Didalam buku-buku lain disebut AKU ADA. Allah itu disebut sebagai Aku Ada. Nama itu mempunyai kekuatan. Dalam Yohanes 18, pada waktu Tuhan Yesus ditaman Getsemani, serombongan tentara bersama Yudas datang ingin menangkap Yesus. Kemudian Yesus berkata, “Siapakah yang kau cari?” Para prajurit itu menjawab, “Yesus dari Nazaret.” Kemudian Tuhan Yesus menjawab: “AKU ADA!” Semua orang itu langsung terpelanting. Lantas Tuhan Yesus ijinkan mereka untuk menangkap diriNya.
AKU ADA, perkataan itu mempunyai kekuatan yang dahsyat. Sebab itu kalau Musa melihat lembaga Allah, maka Allah berkata, jangan mendekat, sebab engkau akan mati. AKU ADALAH AKU. Lagi firmannya, “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel ini. AKULAH AKU. Aku yang mengutus engkau.”
Nama Allah untuk pertama kali disebutkan kepada Musa AKU ADA. AKU ADA ini sebenarnya bukan nama toh? Aku Ada itu menunjukkan bahwa Tuhan itu Ada. Allah itu memiliki suatu kehadiran. Allah itu Ada. Seringkali seseorang itu bertanya, “Allah itu ada atau tidak ya?” Orang lain berkata, ”Allah itu ‘kan imaginasi seseorang saja?” Tetapi Allah sendiri yang menyatakan AKU ADA. Dengan nama yang masih samar samar ini saja, kekuatan Allah itu sudah luar biasa. Apalagi nanti, kalau nama Allah itu dinyatakan, bagaimana ukuran kedahsyatan nama Allah itu! Neraka akan terpelanting. Kalau nama itu sudah termeterai didalam diri gereja.
Dalam Hakim Hakim fasal 13 Allah datang kepada Manoah. Pada saat bangsa Israel dinegeri Kanaan mereka ditekan oleh orang orang Amalek dan mereka terjepit.
Fs. 13 : 17
Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu, “Siapakah namaMU, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”
Yang ditanyakan oleh Manoah, “siapakah namaMu ?” Sebab malaikat Tuhan itu datang kepada Manoah, untuk memberitau bahwa Tuhan akan memberikan kelepasan. Kelepasan bagi bangsa Israel dari tangan orang orang Filistin, dan dari tekanan-tekanan orang-orang Amalek. Malaikat Tuhan itu datang kepada Manoah. Allah mau memberi kelepasan.
Ayat 18
Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepadanya, ”Mengapa engkau juga menanyakan namaKu ? Bukankah nama itu ajaib ?”
Kalau nanti Tuhan memberi kelepasan, saya akan memuliakan Engkau, begitu kata Manoah. Tetapi TUHAN ganti bertanya kepada Manoah, “Mengapa engkau menanyakan namaKU?” Apakah Manoah tidak tahu akan sebutan bagi Allah, yaitu “YEHOVAH”. Tentu ia tahu, tetapi siapa nama Allah itu, sebab Yehovah itu bukan nama. Yahweh atau YHWH itu bukan suatu nama. Itu suatu sebutan. “NamaMu siapa ?” Seperti juga Musa bertanya demikian. Tuhan menjawab, “Ajaib.” Ajaib itupun bukan nama. Ajaib itu menyatakan sesuatu yang rahasia. Ajaib itu artinya tersembunyi, rahasia. Tidak diketahui. Ajaib.
Bangsa Israel, kalau mereka harus merantau empat puluh tahun dipadang belantara, Tuhan mencurahkan embun yang bagus seperti mutiara, dan itu yang diambil untuk dimakan. Kalau matahari naik, embun tadi cair. Tetapi kalau embun tadi sempat diambil dahulu, ia tidak cair lagi. Dan mereka memasaknya seperti mutiara. Bila embun tadi dipanggang, kira-kira seperti kue apem, embun tadi sudah berminyak dengan sendirinya. Rasa dari embun itu seperti wafer. Gurih berminyak, sekalipun tidak diolesi minyak.
Kemudian orang orang Israel bertanya satu sama lain, embun ini apa namanya? Namanya tidak diketahui. Manna. Manna itu artinya tidak diketahui. Namanya pasti ada, tetapi tidak diketahui. Begitu pula dengan Nama Allah, Nama Allah itu pasti sudah ada, tetapi tersembunyi bagi mereka. Rahasia. Yehovah itu nama yang tersembunyi, yang rahasia. Mempunyai kekuatan yang dahsyat, harus dihormati, tidak boleh menyebutnya secara serampangan, itulah nama Allah di dalam Perjanjian Lama. Sebab nama itu mempunyai kaitan dengan pemilikNya. Kalau saudara menghormati seseorang, maka saudara tidak akan berani menyebut nama orang itu dengan ejekan. Kalau kita menghormati, kita tentu tidak berani mengejek namanya.
Nama itu harus dijunjung tinggi. Sekalipun masih tersembunyi. Ini adalah hubungan Allah dengan Israel. Berkat Allah kepada bangsa Israel. Segala-galanya serba tersembunyi.
SAYA ULANGI: INI ADALAH HUBUNGAN ALLAH DENGAN ISRAEL. BERKAT ALLAH KEPADA BANGSA ISRAEL. SEGALA-GALANYA SERBA TERSEMBUNYI. SERBA RAHASIA. SEMUANYA SERBA LAMBANG. SEMUA NYA SERBA BAYANG-BAYANGAN. SEMUA SERBA SAMAR-SAMAR. BERKAT YANG SERBA TERSAMAR.
TETAPI NAMA ALLAH YANG DISEBUT DAN DINYATAKAN DIDALAM PERJANJIAN BARU ITU TIDAK SAMAR, TETAPI SECARA NYATA.
AJAIB TERSEMBUNYI, SAMPAI NANTI DATANG WAKTUNYA ALLAH MEMBUKA SIAPA NAMA ALLAH SEBENARNYA UNTUK MANUSIA. UNTUK MANUSIA MENYEBUTNYA, MENYEMBAHNYA, MENJUNJUNG TINGGI NAMANYA.
SIAPAKAH NAMA ALLAH ?
Kata malaikat Allah kepada Maria, berilah nama Yesus. Yesus itu adalah satu nama yang Allah memberikan untuk kelepasan manusia dari perhambaan akan dosa. Baik Musa maupun Manoah, untuk kelepasan bangsa Israel dari perbudakan, mereka bertanya siapa nama Yang Memberi Kelepasan itu. Siapa nama Allah itu. Tuhan menjawab AKU ADA. AJAIB. RAHASIA. Mengapa engkau menanyakan nama Allah ?.
Sebab kesemuanya itu cuma tersamar. Keselamatannya pun tersamar. Keselamatan bangsa Israel itu keselamatan tersamar. Keselamatan yang sebenarnya datang, dan namakanlah Dia ,Yesus! Jadi manusia akan menyebut Yesus sebagai oknum yang akan melepaskan dan menyelamatkan manusia. Dan juru selamat manusia itu namanya bukan YEHOVAH, bukan ALLAH. TETAPI NAMANYA YESUS. Dan Yesus itu diatas segala tuan, Yesus itu diatas segala illah, dan menjadi TUHAN YESUS KRISTUS.
Yesus itu adalah juru selamat, semua orang tau akan hal itu. Tiap natal hal itu disebut. Hari ini telah lahir bagimu, Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus.
Dalam Kisah Para Rasul 2, Pada saat mereka sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, mereka di anggap sedang mabuk karena anggur. Kemudian Petrus menjelaskan, bahwa mereka itu tidak mabuk anggur. Dan kemudian Petrus mulai bicara tentang Tuhan Yesus. Siapakah Yesus itu sebenarnya ?
Ayat 36, Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat YESUS, yang kamu salibkan itu, menjadi TUHAN dan KRISTUS.
YESUS yang disalibkan itu telah diangkat oleh ALLAH BAPA sendiri menjadi TUHAN dan KRISTUS.
Sekalipun ketika Yesus memberitakan Injil didalam keempat Injil itu, Yesus sudah disebut Tuhan, tetapi Ia belum resmi diangkat oleh Bapa sebagai Tuhan. Ia adalah sebagai anak manusia. Sebab Ia harus mati lebih dahulu dan kemudian bangkit dari kematian, untuk mengalahkan kuasa maut. Kalau Ia sudah mati diatas kayu salib untuk menjadi juru selamat, maka dengan penumpahan darahNya sendiri sebagai darah grafirat, maka Tuhan Yesus naik ke surga, dan duduk dikanan Allah Bapa. Yesus yang manusia itu, yang mati dan bangkit, sekarang dilantik, disahkan, diresmikan oleh Allah Bapa menjadi Tuhan dan Kristus.
Apa arti Tuhan itu? YEHOVAH, diatas segala tuan. Gusti diatas segala yang disebut sebagai gusti. Orang Jawa mempunyai banyak gusti. Tetapi bagi Raja diatas segala raja, Dia adalah diatas segala gusti. Dia, TUHAN. Itu adalah satu sebutan kehormatan, bagi Dia segala puji dan hormat! Itu patut dihormati. NamaNYA TUHAN YESUS KRISTUS.
Dengan nama Tuhan Yesus Kristus itu, bukan cuma Firaun, bukan cuma orang orang Filistin, orang Median, tetapi setan pun gemetar oleh nama Yesus. Dan suatu mujizat yang dilakukan oleh rasul Petrus dipintu Elok. Dalam Kisah Rasul 3, ada seorang lumpuh yang tiap hari minta sedekah. Ketika rasul Petrus masuk ke Bait Allah, ia melewati gerbang pintu Elok. Dan orang lumpuh tadi dengan tempurungnya ia meminta sedekah. Rasul Petrus melihat orang itu. “Emas dan perak aku tidak punya, lihatlah aku, yang ada padaku itu akan kuberikan kepadamu. Itulah nama diatas segala nama, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sekarang, dengan nama Tuhan Yesus Kristus, berjalanlah!” Orang lumpuh itu langsung melompat. Apakah hal ini masih berlaku sampai sekarang? Saya kira masih, cuma kita sekarang ini lagi kehilangan akan nama itu.
Saya mempunyai kesaksian. Saya pernah dipanggil untuk seorang yang menderita stroke. Dokter dipanggil. Dokter tak bisa berbuat apa apa. Saya dipanggil dan diantar untuk berdoa bagi orang sakit itu tadi. Saya katakana, “Dengan nama Tuhan Yesus Kristus, sadarlah !” Orang sakit itu segera tersadar, tetapi sayang keluarganya tidak bisa melihat apa-apa tentang mujizat Tuhan itu. Banyak kali saya mengalami hal yang seperti ini. Apakah masyarakat kristiani sendiri sudah kehilangan akan pengertian nama itu? Kita sudah kehilangan. Dimana itu sekarang? Apakah nama itu masih tetap berkuasa? Saya sendiri merasa kehilangan, justru saudara-saudara umat kristiani harus mendapatkanNya kembali nama itu. Sebenarnya sudah banyak mujizat, tetapi masyarakat tidak bisa menghargai lagi kebesaran nama Tuhan Yesus Kristus.
Dalam KIS 4 dan seterusnya dapat kita lihat, Yerusalem gempar. Petrus ditangkap dan segera disidangkan di mahkamah agung bangsa Yahudi. Lalu Petrus dihadapkan dimahkamah itu, Petrus ditanya, “Dengan apa kamu menyembuhkan orang itu?” Petrus menjawab, “Dengan nama Tuhan Yesus Kristus.”
Kis rasul 4 : 12,
“Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain didalam Dia, sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Selain didalam Yesus, tidak ada keselamatan didalam dunia ini. Tidak ada nama lain. Melainkan nama yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah tidak memberikan nama Yehovah, kepada manusia. Bapa tidak memberikan nama Allah, tidak memberikan nama Yehovah atau Yahweh. Apalagi sekarang ini, banyak gereja memakai nama-nama Gerika, misalnya Elohim, El-shaddai, Yehovah Yihre, ‘kan nama-nama gerika atau ibrani itu bisa disalin. Dan yang paling penting, Allah tidak memberikan nama-nama itu kepada manusia untuk keselamatannya. Nama yang diberikan oleh Allah kepada manusia itu hanya satu yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Apakah ini bukan factor-faktor kemegahan fisik belaka? Apakah ini bukan suatu trade-mark para cendikia agar kelihtannya lebih anggun saja. Tetapi ini bukan yang diberikan oleh Allah Bapa sendiri.
Apabila yang nyata sudah ada, namun mengapa justru yang masih tersamar itu yang diagungkan? Bukankah nama Tuhan Yesus Kristus itu berada jauh diatas segala sesuatu yang berkuasa diatas segala sesuatu? Nama yang sangat berkuasa. Tetapi manusia, dengan swadaya manusianya, yang katanya perlu ditingkatkan, justru menjadi mundur didalam pengenalan akan nama Tuhan Yesus Kristus ini. Mereka mencari nama itu justru ditempat yang masih rahasia, masih tersamar. Dengan segala kecanggihannya didalam istilah-istilah gerika maupun ibrani.
Kalau saudara punya pacar dengan foto yang buram, dan saudara juga mempunyai foto pacar saudara yang dicetak dengan sangat jelas dan indah, mengapa foto yang buram tadi tetap disimpan? Ini ‘kan aneh. Tentunya kita akan pilih foto yang sangat jelas, yang tampak anggun dan cantik, dan tidak menyimpan foto hitam putih yang sudah sangat buram. Didalam Perjanjian Baru, Allah sudah sangat jelas memberikan nama itu kepada manusia, tetapi manusia masih mencari cari didalam foto yang buram tadi. Aneh. Rahasia Firman Allah itu makin lama, mendekat Hari Tuhan akan semakin terbuka, tetapi kita justru kembali kepada yang masih tersamar, padahal yang terbuka itu sudah ada. Tentang nama Tuhan Yesus Kristus itu, masih banyak hamba hamba Tuhan yang lebih menyukai istilah-istilah keren didalam Perjanjian Lama, sekalipun ia sudah mengetahui nama yang sudah diberikan Allah kepada manusia.
Tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia, dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga, selain didalam Dia, sebab dibawah kolong langit tidak ada nama lain yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Melainkan nama Tuhan Yesus Kristus. Saya pernah mendengar khotbah seorang hamba Tuhan yang masih muda, seorang cendikia pantekosta, didalam kotbahnya selama satu jam itu, tidak satu kalipun ia menyebut nama Tuhan Yesus Kristus. Yang ia sebutkan, banyak nama nama istilah gerika atau ibrani.
Saudara, kalau seandainya rasul Petrus itu memberikan kesaksian bahwa ia menyembuhkan orang lumpuh itu dengan nama Yehovah, sama seperti sebutan para mahkamah pengadilan agama orang-orang Yahudi, saya kira orang-orang Yahudi akan dengan senang hati membebaskan segala kesalahan rasul Petrus. Tetapi karena rasul Petrus tetap bersikukuh memberitakan nama Yesus, maka ia mengalami aniaya orang orang Yahudi itu. Mahkamah agung orang Yahudi menjadi marah, dan rasul Petrus dilarang memberitakan nama Yesus. “Jangan kabarkan nama Yesus lagi !” Andaikata rasul Petrus berkata bahwa ia menyembuhkan orang sakit itu dengan nama Allah Yehovah, dengan kata Elohim, dengan kata El-Shaddai, dengan kata Yehovah Yihre, maka jelas rasul Petrus tidak akan ditangkap, dan dihukum. Allah Yehovah itu Allahnya orang Yahudi, mereka pasti akan senang. Mereka bahkan akan mengembangkan nama Yehovah. Tetapi karena ia menyebut nama Tuhan Yesus Kristus, maka ia dianiaya.
Antikris nanti juga akan memakai pola yang sama. Mereka tidak mau menerima kalau manusia itu dianggap sebagai Allah. Yesus itu bukan Allah, tetapi ia hanyalah seorang manusia, anak bunda Maria, anak dari Yusuf. Ia memang lebih tinggi derajatnya daripada manusia, tetapi ia bukan Allah. Ia cuma seorang nabi saja.
Dan bagi saudara yang memimpin puji-pujian, pandai-pandailah memilih nyanyian. Jangan asal pilih. Hanya karena lagunya enak dinyanyikan, tetapi isinya berantakan.
HALELUYAH ! Nama Yang terindah.
Didalam kitab Wahyu, nama itu akan makin gamblang. Kekuatan nama itu! Sebab nama itu akan termeterai didahi kita masing masing. Nama Allah Bapa. Nama Anak Allah dan meterainya adalah Roh Kudus. Didalam Tuhan Yesus Kristus. Didalam nama Tuhan sudah menyangkut nama Bapa, Yesus itu Anak Allah, dan Kristus urapan Roh Kudus. Nama yang menyelamatkan kita.
HALELUYAH !